SEMARANG – Semangat cinta lingkungan dan kemandirian pangan ditunjukkan siswa MI Takhasus Darul Ulum melalui kegiatan “Ekoteologi: Menanam Sayur”. Kegiatan berlangsung di halaman madrasah pada Selasa, 14 Juli 2026 dan diikuti seluruh siswa kelas 1 sampai 6.
Dalam kegiatan ini para siswa bersama-sama menanam berbagai tanaman sayuran seperti terong, cabai dan tomat. Lahan di halaman madrasah disulap menjadi kebun mini edukasi yang nantinya akan dirawat bersama oleh tiap kelas.
Kepala MI Takhasus Darul Ulum, Muh Hasan Faizin, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar menanam.
“Melalui ekoteologi ini kita mengajarkan anak-anak bahwa merawat bumi adalah bagian dari ibadah. Menanam terong, cabai, tomat dan sayur lainnya adalah ikhtiar kecil kita untuk menjaga lingkungan sekaligus belajar mandiri dalam hal pangan. Semoga dari tangan-tangan kecil siswa kita ini lahir generasi yang cinta alam, cinta sesama, dan cinta Allah SWT,” ujar beliau di hadapan seluruh siswa dan dewan guru.
Kegiatan dimulai dengan pembagian tugas per kelas. Siswa kelas 1-3 bertugas menyiapkan polybag dan menyiram, sementara siswa kelas 4-6 langsung praktik menanam bibit ke bedengan dan media tanam. Tawa ceria dan semangat gotong royong terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.
Salah satu pembina kegiatan, Ustadzah Ulfah menjelaskan tujuan utama program ini.
“Kami ingin anak-anak paham proses dari menanam sampai panen. Selain belajar IPA, mereka juga belajar tanggung jawab, sabar, dan bersyukur atas rezeki dari Allah,” jelasnya.
Antusiasme siswa sangat tinggi. Banyak dari mereka yang mengaku baru pertama kali memegang tanah dan menanam sendiri. “Senang Bu, nanti kalau sudah panen cabainya bisa buat masak di rumah,” kata Arjuna, siswi kelas 3A.
Rencananya, hasil panen dari kebun ekoteologi ini akan digunakan untuk kegiatan konsumsi di madrasah.
Dengan adanya kegiatan ini, MI Takhasus Darul Ulum berharap dapat menanamkan nilai-nilai ekoteologi sejak dini: bahwa manusia adalah khalifah di bumi yang wajib menjaga dan memakmurkannya.





