Lompat ke konten utama

Semarak Maulid Nabi, MI Takhasus Darul Ulum Tumbuhkan Cinta Rasul dan Kepedulian

MI Takhasus Darul Ulum Semarang menggelar kegiatan Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis, 3 September 2026. Mengusung tema “Cahaya Teladan Rasulullah untuk Generasi Masa Kini”, kegiatan ini menjadi momentum bagi para siswa untuk mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan dan edukatif.

Kegiatan yang berlangsung di halaman MI Takhasus Darul Ulum mulai pukul 07.00 WIB ini diisi dengan berbagai rangkaian acara, di antaranya Dhiba/Maulid Nabi, dongeng Islami bersama Kak Udin, lomba kaligrafi, lomba tartil Al-Qur’an, serta lomba adzan. Dongeng Islami menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa karena pesan-pesan keteladanan Rasulullah disampaikan melalui cerita yang ringan, komunikatif, dan dekat dengan dunia anak.

Kepala MI Takhasus Darul Ulum, Pak Hasan, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah kepada para siswa. “Melalui kegiatan Maulid Nabi ini, kami ingin memupuk rasa cinta anak-anak kepada Rasulullah SAW sekaligus menanamkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, kecintaan kepada Rasulullah tidak hanya diwujudkan dengan mengenal kisah beliau, tetapi juga dengan meneladani akhlak dan perilakunya,” ungkapnya.

Selain menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan ini juga mengajak seluruh keluarga besar madrasah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama melalui donasi kemanusiaan untuk Palestina dan NTT. Dari donasi yang terkumpul, tercatat dana sebesar Rp1.778.000. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk belajar berbagi, peduli, dan menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan.

Melalui Semarak Maulid Nabi ini, MI Takhasus Darul Ulum berharap nilai-nilai kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat tumbuh dalam diri setiap siswa dan tercermin dalam sikap sehari-hari. Cinta Rasul, akhlak mulia, dan kepedulian kepada sesama diharapkan menjadi bagian dari karakter siswa sehingga peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai sebuah acara, tetapi memberikan makna yang terus dibawa dalam kehidupan mereka.